Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan penemuan sebuah keju yang menempel di dada mumi China. Menariknya, keju tersebut diyakini sebagai keju tertua di dunia.
Keju itu ditemukan bersama mumi yang berumur 3600 tahun di kuburan dekat Small River Cemetery No.5 Gurun Taklamakan, China. Keju tersebut menempel di dada dan leher mumi dengan warna kekuningan yang diperkirakan merupakan jenis keju kefir. Menurut penelitian, keju ini dibuat dengan menggabungkan susu dengan campuran bakteri dan ragi.
Kuburan tersebut berisi sejumlah mumi dari manusia di zaman perunggu yang dimakamkan di atas bukit pasir berbentuk perahu kayu. Tempat itu dilapisi dengan lapisan layaknya kulit sapi yang mampu mengawetkan mayat di dalamnya. Oleh karena itu, keju di dalamnya juga tetap utuh berwarna kekuningan layaknya keju normal.
Sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas alasan akan keberadaan keju yang terkubur bersama mumi. Namun beberapa pihak meyakini, pihak keluarga sengaja meletakkan keju bersama mayat sebagai bekal makanan di dunia kematian.
0
Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan penemuan sebuah keju yang menempel di dada mumi China. Menariknya, keju tersebut diyakini sebagai keju tertua di dunia.
Keju itu ditemukan bersama mumi yang berumur 3600 tahun di kuburan dekat Small River Cemetery No.5 Gurun Taklamakan, China. Keju tersebut menempel di dada dan leher mumi dengan warna kekuningan yang diperkirakan merupakan jenis keju kefir. Menurut penelitian, keju ini dibuat dengan menggabungkan susu dengan campuran bakteri dan ragi.
Kuburan tersebut berisi sejumlah mumi dari manusia di zaman perunggu yang dimakamkan di atas bukit pasir berbentuk perahu kayu. Tempat itu dilapisi dengan lapisan layaknya kulit sapi yang mampu mengawetkan mayat di dalamnya. Oleh karena itu, keju di dalamnya juga tetap utuh berwarna kekuningan layaknya keju normal.
Sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas alasan akan keberadaan keju yang terkubur bersama mumi. Namun beberapa pihak meyakini, pihak keluarga sengaja meletakkan keju bersama mayat sebagai bekal makanan di dunia kematian.
Keju Berumur 3600 Tahun Ditemukan Menempel di Dada Mumi China
Jumat, 28 Februari 2014
Unknown
Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan penemuan sebuah keju yang menempel di dada mumi China. Menariknya, keju tersebut diyakini sebagai keju tertua di dunia.
Keju itu ditemukan bersama mumi yang berumur 3600 tahun di kuburan dekat Small River Cemetery No.5 Gurun Taklamakan, China. Keju tersebut menempel di dada dan leher mumi dengan warna kekuningan yang diperkirakan merupakan jenis keju kefir. Menurut penelitian, keju ini dibuat dengan menggabungkan susu dengan campuran bakteri dan ragi.
Kuburan tersebut berisi sejumlah mumi dari manusia di zaman perunggu yang dimakamkan di atas bukit pasir berbentuk perahu kayu. Tempat itu dilapisi dengan lapisan layaknya kulit sapi yang mampu mengawetkan mayat di dalamnya. Oleh karena itu, keju di dalamnya juga tetap utuh berwarna kekuningan layaknya keju normal.
Sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas alasan akan keberadaan keju yang terkubur bersama mumi. Namun beberapa pihak meyakini, pihak keluarga sengaja meletakkan keju bersama mayat sebagai bekal makanan di dunia kematian.
Artikel Terkait:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar