0
3 Pemuda Israel Pembunuh Remaja Palestina Mengaku Menyesal
Selasa, 12 Agustus 2014
Unknown
Penyesalan selalu datang terlambat. Begitulah yang dialami seseorang yang khilaf setelah melakukan kesalahan karena mengambil keputusan dalam amarah yang membara. Demikianlah halnya yang dirasakan oleh tiga remaja Israel yang menjadi tersangka pembunuh seorang remaja Arab karena alasan dendam.
Seperti yang dilansir Liputan6.com dari Haaretz (12/08/2014), kutipan penyidikan Yosef Haim Ben-David, tersangka utama dalam pembunuhan remaja Arab, Mohammed Abu Khdeir, pada bulan Juli lalu, menyingkapkan sejumlah hal lain yang menyebabkan ketegangan di Yerusalem.
Ketika ditanyai oleh polisi rahasia Shin Bet dan kesatuan pusat Kepolisian Yerusalem, Ben-David menyatakan bahwa pembunuhan itu bukanlah satu-satunya yang bisa terjadi pada malam itu.
Ben David mengatakan bahwa dirinya dan dua rekannya yang juga masih di bawah umur berniat "untuk melecehkan seorang Arab atau merusak harta benda atau memukuli seseorang, secara asal."
Ia mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan botol-botol berisi bensin, karena "kami sedang gerah dan marah, dan memutuskan untuk membakar sesuatu yang berkaitan dengan Arab."
"Kami pergi ke Armon Hanatziv untuk mencoba mencari suatu toko milik mereka untuk dibakar, dan kemudian berbicara dan memutuskan untuk melakukan lebih lagi." katanya kepada para penyidik.
"Kami bilang, 'Mereka mengambil tiga dari antara kita, mari kita ambil satu dari antara mereka,' dan kami kemudian memutuskan untuk mencari seseorang, menculiknya, memukulinya, dan membuangnya."
Kutipan ini diungkapkan oleh Berita Kanal 2 dan situs Ynet.
Tiga tersangka itu melipir selama beberapa jam di bilangan Yerusalem Timur untuk mencari calon korban, mereka juga berhenti untuk makan dan minum.
Seorang penjaga toko orang Arab dengan ramah mengingatkan mereka untuk membawa uang kembalian dan hampir saja membuat mereka mengubah pikiran tentang rencana mereka.
Namun demikian, mereka melihat Abu Khdeir (16) sedang duduk di suatu tangga di jalan utama di Shoafat. Ben David yakin itulah sasarannya.
"Saya katakan kepada mereka bahwa mereka bisa mengalahkannya sehingga bisa keluar segera. Saya mendengar mereka bertanya, 'Ke mana arahnya ke Tel Aviv? Ia tidak menjawab secara jelas dan tidak berbicara dalam bahasa Ibrani.'"
"Pada saat itu, saya melihat N menamparnya dan M membekap mulutnya supaya korban tidak berteriak. Mereka memaksanya masuk ke mobil. Ia mencoba melawan dan mulai berteriak 'Allahu Akbar' dan memaki-maki. Saya segera mengunci semua pintu mobil."
"Kemudian M mulai mencekiknya dan saya teriak "Selesaikan dia!' Ia mulai menggelepar. Sesaat kemudian ia berhenti bergerak."
Walaupun telah dicekik di dalam mobil, pemeriksaan visum menunjukkan bahwa Abu Khdeir masih hidup ketika mereka tiba di Hutan Yerusalem.
Setiba di sana, Ben-David mengatakan bahwa ia mulai memukuli korban yang sudah tidak sadar. Mulanya ia memukul kepala korban berulang-ulang dengan linggis. Setiap kali memukul, ia meneriakkan nama-nama korban "Ini untuk keluarga Fogel, dan ini untuk Shalhevet Pass."
Setelag Abu Khdeir diseret dari mobil, Ben-David mulai menendanginya dan berteriak, "Ini untuk Eyal dan ini untuk Naftali dan ini untuk Gilad," yang adalah nama dari tiga remaja Israel yang dibunuh dan ditemukan di Tepi Barat.
Kemudian Ben-David dan salah satu remaja itu menuangkan bensin ke sekujur tubuh korban dan Ben-David menyulutnya.
Kemudian, tiga remaja itu menuju ke Taman Sachar, di mana mereka memusnahkan bukti dengan cara membakar pakaian mereka. Kemudian mereka pergi ke rumah seorang pelanggan untuk mengantar sepasang kacamata dari toko milik Ben-David.
Ben-David mengatakan bahwa pada saat itu mereka merasa menyesal dengan perbuatan mereka. "Saya terguncang...Kami Yahudi, kami memiliki hati. Kemudian kami membahas hal ini...masing-masing menyatakan isi hati dan kami menyesal melakukannya. Saya katakan pada mereka...ini bukan untuk kita. Kita telah salah, kita sebetulnya punya hati. Kita manusia biasa. Kemudian kami merasa tertekan.".
Artikel Terkait:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar